Hai..
Aku menyanyikan lagu sendu yang iramanya sudah sangat kuhafal.
Otakku sedih. Langsung saja ia mengirimkan paket tangisan kepada hatiku yang terdalam. Tanpa perantara. Entah sudah berapa kali aku membaur dalam genangan-genangan luka. Aku tak pernah mengingatnya. Yah, pada dasarnya memang tak ada satupun manusia yang ingin mengingat cerita hidup bertema kepedihan dan kesedihan. Kamu. Entah tau entah tidak. Belum lagi langit kering karena derasnya hujan, aku telah lebih dulu membeku karena cinta. Ada bilah-bilah tajam yang mencoba menyayat hatiku. Ohhh.. sungguh aku tak sanggup jika hatiku tergores lagi. Sedang luka yang berabad masih berbekas disana. Inilah kusebut rindu. Rindu ini membatu mengeras. Salahkah jika kukatakan aku merindu padamu. Nah, sekarang beri tau aku bagaimana cara untuk tidak merindumu? beri tau aku bagaimana cara untuk tidak menyayangmu? Kamu, yang entah tau entah tidak. Aku hanya merindu.



